Strategi Produk Bank

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang Masalah

            Bank sebagai lembaga keuangan perlu mengkomunikasikan setiap produk yang mereka tawarkan. Hal ini dilakukan agar masyarakat mengetahui dan memiliki minat membeli manfaat dari produk yang di tawarkan sesuai dengan kebutuhannya dan keinginannya. Banyak bank menawarkan produknya, baik produk baru atau suatu pengembangan dari produk lama. Diantara mereka ada yang gagal dan tidak sukses dalam merebut kepuasan konsumen. Hal ini disebabkan karena pasar pembeli yang selalu berubah-rubah. Beberapa kepuasan nasabah yang dimaksud antara lain:

  1. Keamanannya terjamin atau penarikannya mudah dilakukan
  2. Mudah dan praktis,tidak berbelit-belit jika kita ingin mendepositokan uang dan mudah dipindahkan ke rekening giro atau tabungan serta mudah memindahkan dana dalam jumlah besar dan kecil.
  3. Rasa bangga menabung di bank yang bersangkutan.

Dengan adanya permasalahan-permasalahan seperti di atas, maka penulis disini ingin menjelaskan bagaimana strategi produk bank sehingga mampu menciptakan produk plus dibandingkan produk-produk dari bank pesaing lainnya.

B. Rumusan Makalah

                 Berdasarkan pemaparan di atas dan agar pembahasan ini lebih terarah dan tidak melebar, penulis membatasinya hanya pada strategi produk bank. Adapun perumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan strategi produk bank ?
  2. Tingkatan produk dan jasa dalam sebuah perusahaan/perbankan ?
  3. Bagaimana strategi produk bank dan daur hidupnya, serta pempertahankan produk bank tersebut ?

BAB II

PEMBAHASAN

 

A. Pengertian Produk

Produk yang dihasilkan oleh dunia usaha pada umumnya berbentuk dua macam yaitu yang berwujud dan tidak berwujud. Masing-masing produk untuk dapat dikatakan berwujud atau tidak berwujud memiliki karakteristik atau ciri-ciri tertentu. Produk yang berwujud berupa barang yang dapat dilihat, dipegang dan dirasa secara langsung sebelum dibeli, sedangkan produk tidak berwujud berupa jasa dimana tidak dapat dilihat atau dirasakan sebelum dibeli.

Pengertian sempit dari produk adalah sekumpulan sifat-sifat fisik dan kimia yang berwujud dan dihimpun dalam suatu bentuk yang serupa dan telah dikenal. Sementara pengertian luas produk adalah sekelompok sifat-sifat yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) di dalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan, prestise, dan pelayanan yang diberikan produsen yang dapat diterima oleh konsumen sebagai kepuasan yang ditawarkan terhadap keinginan atau kebutuhan konsumen.[1]

Sedangkan pengertian produk menurut Philip Kotler adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli, yang digunakan atau dikonsumsi, yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan.[2] Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa produk adalah sesuatu yang memberikan manfaat baik dalam hal memenuhi kebutuhan sehari-hari atau sesuatu yang ingin dimiliki oleh konsumen.

Sementara produk yang berupa jasa dapat diartikan sebagai kegiatan atau manfaat yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apapun.[3]

Menurut Philip Kotler  definisi jasa adalah sebagai berikut:[4] “Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh salah satu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud (tangible) dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun, produksinya dapat dikaitkan atau  tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik”.

Dari definisi jasa yang tersebut diatas pada dasarnya menekankan bahwa jasa dapat berupa tindakan apa saja yang bersifat tidak berwujud (tangible) dan tidak menghasilkan kepemilikan bagi penggunanya, serta dirancang untuk memuaskannya. Disamping itu, jasa mempunyai dua pengertian yaitu sebagai bagian dari suatu produk dan sebagai produk itu sendiri.

Selain itu, jasa memiliki empat ciri utama yang mempengaruhi rancangan program pemasaran yaitu:[5]

  1. Tidak berwujud (Tangibility)

Jasa mempunyai sifat tidak berwujud karena tidak dapat dilihat, dirasakan, disentuh atau diraba sebelum dilakukan transaksi pembelian untuk mengurangi ketidakpastian, pembeli atau calon pembeli akan mencari tahu tentang kualitas jasa tersebut sebelum melakukan transaksi pembelian.

  1. Tidak terpisahkan (Inspirability)

Jasa pada umumnya diproduksi secara khusus dan dikonsumsi pada waktu yang bersamaan. Jika jasa diberikan untuk seseorang, maka orang tersebut merupakan bagian dari jasa yang diberikan, karena pembeli juga hadir pada saat jasa disampaikan sehingga interaksi penyedia merupakan ciri khusus dari pemasaran jasa.

  1. Bervariasi (Variability)

Jasa sangat bervariasi karena bergantung kepada yang menyediakannya dan kapan serta dimana disediakan. Sering kali pembeli jasa menyadari akan keanekaragaman dan membicarakannya dengan orang lain utamanya kepada orang yang pernah menggunakan jasa tersebut. Sebelum mengambil keputusan untuk menggunakan jasa yang akan memenuhi kebutuhannya.

  1. Tidak tahan lama

Jasa tidak dapat disimpan, begitu jasa dibeli maka akan dikonsumsi.

Agar produk yang dibuat dapat diterima pasar, maka penciptaan produk haruslah memperhatikan tingkat kualitas yang sesuai dengan keinginan nasabahnya. Produk yang berkualitas tinggi artinya memiliki nilai yang lebih baik dibandingkan dengan produk pesaing atau sering disebut produk plus. Bagi dunia perbankan produk plus harus selalu dapat diciptakan setiap waktu, agar dapat menarik calon nasabah yang lama. Adapun keuntungan atau manfaat dari adanya produk plus adalah, sebagai berikut:[6]

  1. Untuk meningkatkan penjualan. Dalam hal ini produk yang mempunyai nilai lebih akan menjadi pembicaraan antar nasabah/masyarakat. Sehingga berfungsi untuk menarik nasabah lain atau menyebabkan nasabah lama untuk menambah konsumsi atas produk perbankan tersebut.
  2. Menimbulkan rasa bangga bagi nasabahnya. Nasabah yang menggunakan produk tersebut akan bangga dikarenakan keunggulan produk tersebut.
  3. Menimbulkan kepercayaan. Dalam hal ini akan memberikan keyakinan kepada nasabah akan kesenangannya mengunakan fasilitas dan pelayanan yang diberikan.
  4. Menimbulkan kepuasan. Pada akhirnya nasabah akan mendapatkan kepuasaan tersendiri dari jasa yang dijual sehingga kecil kemungkinan untuk pindah ke produk lain yang ditawarkan oleh pesaing.

Dalam menciptakan produk plus tidaklah mudah, produk plus yang diciptakan haruslah memiliki keunggulan dan kelebihan jika dibandingkandengan produk sejenis yang ditawarkan oleh pesaing. Untuk menciptakan produk plus maka diperlukan kondisi-kondisi yang satu dengan lainnya harus saling terkait dan mendukung. Kondisi-kondisi dalam rangka menciptakan produk plus tersebut sangat tergantung dari:[7]

  1. Pelayanan prima.
  2. Pegawai yang profesional.
  3. Sarana dan prasarana.
  4. Lokasi dan lay out gedung serta ruangan.
  5. Nama baik bank yang ditunjukkan dari prestasi pencapain bank ikut mengangkat produk yang dihasilkan.

B. Tingkatan Produk dan Jasa

Terdapat lima tingkat atau lingkaran produk, adalah sebagai berikut:[8]

  1. Manfaat inti (core benefits)

Yaitu jasa atau manfaat inti sesungguhnya yang dibeli dan diperoleh oleh konsumen. Kebutuhan konsumen paling fundamental adalah manfaat dari suatu produk. Misalnya dalam sebuah perbankan manfaat sesungguhnya dari jasa perbankan yang ditawarkan adalah sebagai sarana penyimpanan atas harta yang dimiliki oleh nasabah.

  1. Manfaat dasar tambahan (basic product)

Tingkatan selanjutnya seorang pemasar harus mampu merubah manfaat in ti menjadi manfaat atau produk dasar, pada inti produk terdapat manfaat bentuk dasar produk atau mampu memenuhi fungsi dasar produk kebutuhan konsumen adalah fungsional. Misalnya perbankan menyediakan beraneka ragam produk untuk sarana penyimpanan seperti tabungan, giro, dan deposito yang dapat dipilih oleh nasabah.

  1. Harapan produk (expected product)

Artinya serangkaian kondisi yang diharapkan dan disenangi, dimiliki atribut produk tersebut. Misalnya di dalam suatu perbankan, harapan nasabah selain harta yang disimpannya aman namun mampu memberikan keuntungan melalui bagi hasil atau bunga yang diterimanya.

  1. Kelebihan yang dimiliki produk (augmented product)

Artinya salah satu manfaat dan pelayanan yang dapat membedakan produk tersebut dengan produk pesaing. Kebutuhan konsumen adalah kepuasan. Misalnya di perbankan disediakan suatu produk tabungan berencana, dimana dalam produk tersebut nasabah dapat menyimpan dan menginvestasikan dananya sekaligus mendapatkan jaminan asuransi jiwa dan kesehatan dengan membayar sejumlah premi tambahan tersebut. Kelebihan tawaran produk tersebut yang dicari nasabah.

  1. Potensi masa depan produk (potensial Product)

Artinya bagaimana harapan masa depan produk tersebut apabila terjadi perubahan dan perkembangan teknologi serta selera konsumen. . kebutuhan konsumen masa depan produk. Misalnya kebutuhan untuk membayar tagihan telpon, listrik, dan air atau tagihan lainnya melalui mobile banking atau internet banking.

Seperti halnya dalam produk fisik, jasa juga memiliki tiga konsep dasar, yaitu:[9]

a)      Jasa inti, yang terdiri dari manfaat atau jasa produk

Kebutuhan apa sebenarnya yang dipenuhi jasa inti ? tenaga pemasar bank mempunyai tugas untuk mencari dan mengetahui kebutuhan pokok yang tersembunyi di dalam setiap jasa profesional, sehingga manfaat jasa tidak sekedar ciri-ciri jasa, dapat dijelaskan dalam komunikasi bank.

b)      Jasa perseptibel

Jasa inti selalu dapat disediakan bagi pembeli dalam beberapa bentuk yang perseptibel atau yang dipersepsikan oleh pembeli. Dalam jasa perseptibel terdapat enam atribut dasar, yaitu:

  • Sumber daya manusia
  • Tingkat mutu
  • Waktu jasa
  • Waktu tunggu
  • Peralatan pendukung
  • Kemasan dan pemberian label.

c)      Jasa tambahan

Pada jasa tambahn ini, pemasar bank dapat menawarkan kepada pasar sasaran, jasa-jasa tambahan atau manfaat yang melebihi jasa perseptibel.

  • Jaminan

Pemasar harus mampu memberikan jaminan kepuasan pembeli dengan diselesaikannya seluruh pekerjaan, misalnya dengan diberikan garansi.

  • Kepercayaan

Pemasar harus dapat menanamkan pembeli bagaimana terpercayanya perusahaan atau jasa tersebut.

  • Jasa-jasa lanjutan

Pembeli tentu masih terus mengharapkan adanya penawaran-penawaran jasa-jasa baru.

 

C. Strategi Produk Bank

Dalam dunia perbankan startegi pengembangan produk yang dapat dilakukan adalah :[10]

  1. Penentuan Logo dan Motto

Logo merupakan cirri khas suatu Bank, sedangkan motto merupakan serangkaian kata-kata yang berisikan misi dan visi bank dalam melayani masyarakat. Logo dan motto juga sering disebut sebagai ciri produk. Baik logo dan motto harus dirancang dengan benar. Pertimbangan pembuatan logo dan motto adalah sebagai berikut :

a)      Memiliki arti

b)      Menarik perhatian

c)      Mudah diingat

d)     Memiliki ciri khas.

  1. Menciptakan merek

Tujuan dari penggunaan merek adalah agar mudah dikenal dan diingat. Merek merupakan sesuatu untuk mengenal barang/jasa yang ditawarkan. Pengertian merek sering diartikan sebagai nama, istilah, symbol, disain atau kombinasi dari semuanya. Penciptaan merek harus mempertimbangkan faktor-faktor antara lain :

a)      Mudah diingat

b)      Terkesan hebat dan modern

c)      Memiliki arti

d)     Menarik perhatian

e)      Memiliki ciri khas.

  1. Menciptakan kemasan

Kemasan merupakan bungkus suatu produk. Dalam dunia perbankan kemasan lebih diartikan kepada pemberian pelayanan atau jasa kepada para nasabah, disamping juga sebagai pembungkus untuk beberapa jenis jasanya seperti buku tabungan, cek, buyet giru atau kartu kredit.

  1. Keputusan label

Label merupakan sesuatu yang dilengketkan pada produksi yang ditawarkan dan merupakan bagian dari kemasan. Di dalam label dijelaskan siapa yang membuat, dimana dibuat, kapan dibuat, cara menggunakannya, waktu kadaluarsa, komposisi isi dan informasi lainnya.

  1. D.   Langkah-langkah Pengembangan Produk Baru

            Strategi pengembangan produk baru penting mengingat tidak selamanya produk yang kita tawarkan laku dipasar. Oleh karena itu, pihak bank perlu mengembangkan produk baru.

Produk yang ditawarkan dipasar haruslah memenuhi kebutuhan dan keinginan nasabahnya. Jadi, setiap produk selalu diarahkan guna memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut. Dalam rangka mengembangkan produk baru diperlukan langkah-langkah tertentu, sehingga hasil pengembangan tersebut benar-benar tepat sasaran. Adapun langkah-langkah/proses pengembangan produk baru adalah sebagai berikut :[11]

 

  1. Pembangkit Gagasan

Pembangkit gagasan yaitu pencarian gagasan produk baru secara sistematis melalui berbagai sumber seperti dari intern, pelanggan, pesaing, penyalur dan sumber-sumber lainnya.

  1. Penyaringan Gagasan

Penyaringan gagasan bertujuan untuk memilih yang baik dari sejumlah gagasan yang ada sehingga menghasilkan gagasan yang menguntungkan.

  1. Pengembangan dan Pengujian Konsep

Pengujian konsep perlu dilakukan kepada sekelompok konsumen melalui beberapa pertanyaan menyangkut konsep yang ditawarkan

  1. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran meliputi pengembangan mutu ukuran, model, penjualan, market share dan laba yang diinginkan, karna strategi pemasaran menyangkut pula tentang harga yang layak dimasyarakat.

  1. Analis Bisnis

Yaitu melakukan Analisis terhadap strategi pemasaran yang akan dijalankan nantinya dengan memberi berbagai alternatif yang ada.

  1. Pengembangan produk

Pengembangan produk merupakan kelanjutan dari proses yang sudah dilalui. Pengembangan produk dapat berupa gambar contoh sampai kepada uraian kata-kata.

  1. Pengujian Pasar

Dalam hal ini produk sudah dipasarkan untuk mengetahui respon pasar dalam antisipasi terhadap permasalahan yang mungkin timbul. Tujuan pengujian pasar untuk menguji penerimaan pasar yang sesungguhnya.

  1. Komersialisasi

Apabila uji pasar berhasil maka dilakukan langkah penjualan produk secara massal.

 

  1. E.   Daur Hidup Produk

Kembali ke daur hidup produk (product life circle) yang artinya merupakan perjalanan hidup suatu produk mulai dari produk dijual di pasar sampai produk tersebut mati. Umur dari produk sangat tergantung dari strategi yang dijalankan perusahaan. Terkadang umur suatu produk sangatlah singkat dan tidak sedikit pula produk yang memiliki umur yang relatif panjang. Dengan mengatakan bahwa produk memiliki daur hidup berarti menegaskan empat hal, yaitu:[12]

  • Produk memiliki umur yang terbatas sehingga ada waktunya produk tersebut tidak dapat diserap oleh pasar lagi.
  • Penjualan produk melalui berbagai tahapan yang khas dan masing-masing tahapan memberikan tantangan, peluang dan masalah yang berbeda bagi penjualnya.
  • Fluktuasi laba naik dan turun pada berbagai tahap yang berbeda selama siklus hidup produk.
  • Produk memerlukan strategi pemasaran, keuangan, manufaktur, pembelian dan sumber daya manusia yang berbeda dalam tiap tahap siklus hidupnya.

Daur hidup suatu produk biasanya dibagi dalam 5 tahap, seperti di bawah ini:[13]

1)      Tahap pengembangan produk yaitu produk yang masih berada dalam kandungan. Tahap in dimulai dari masa menemukan dan mengembangkan gagasan produk seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Selama masa ini belum ada penjualan dan yang ada adalah pengeluaran biaya investasi untuk mendanai pengembangan produk tersebut.

2)      Tahap perkenalan, merupakan teahap setelah produk diperkenalkan ke pasar. Dalam tahap ini penjualan masih kecil dan mulai terus merambat naik. Perusahaan masih belum memperoleh laba dalam tahap ini akibat dari tingginya biaya promosi yang dikeluarkan. Untuk keluar dari tahap ini terkadang diperlukan waktu yang relatif lama.

3)      Tahap pertumbuhan, pada tahap ini produk sudah diterima oleh pasar, dan penjualan sudah semakin besar, serta laba pun mulai meningkat dengan cepat. Selama tahap ini perusahaan mengunakan beberapa strategi untuk mempertahankan pertahanan yang pesat selama mungkin, seperti:

  • Perusahaan meningkatkan mutu produk serta menambahkan fitur produk yang baru dan menambahkan gaya yang lebih baik.
  • Perusahaan menambahkan model baru dan produk penyerta, yaitu produk-produk dengan berbagai ukuran, rasa dan sebagainya yang melindungi produk utama.
  • Perusahaan memasukkan segmen pasar baru.
  • Perusahaan meningkatkan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi baru.
  • Perusahaan barelih dari iklan yang membuat orang menyadari produk atau pengenalan produk (product awareness advertising) menuju kepada iklan yang membuat orang untuk mengambil keputusan atau memilih produk yang ditawarkan oleh perusahaan (product preference advertising) , apabila pada iklan yang pertama informatif kepada konsumen atas kehadiran produk perusahaan, maka pada jenis produk iklan kedua sudah mulai bersifat persuasif yang berisi ajakan untuk membeli produk tersebut.
  • Perusahaan menurunkan harga untuk menarik lapisan berikutnya yang terdiri dari pembeli yang sensetif terhadap harga.

4)      Tahap kedewasaan, dalam tahap ini penjualan terus meningkat dan akan mencapai puncak, kemudian turun secara perlahan akibat mulai  masuknya pesaing. Dalam tahap ini laba relatif stabil dann pada akhirnya juga akan turun akibat penjualan yang menurun. Pada tahap ini perusahaan harus melakukan beberapa modifikasi untuk mempertahankan keunggulannya, yaitu:

  • Modifikasi pasar, perusahaan harus mengidentifikasi ulang atas segmen pasar yang selama ini telah digarap dan harus mencoba segman pasar lain yang belum tergarap oleh pesaing maupun belum tergarap secara serius oleh pesaing.
  • Modifikasi produk, dengan melalui strategi perbaikan dan peningkatan mutu serta kualitas produk dan jaringan, strategi perbaikan fitur layanan produk danstrategi perbaikan gaya.
  • Modifikasi program pemasaran, melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap program pemasaran yang selama ini telah dilaksanakan dan mencoba melakukan inovasi strategi pemasaran baru.

5)      Tahap penurunan, dalam tahap ini penjualan menurun dengan cepat dan seiring dengan menurunnya penjualan maka laba pun semakin menurun dan pada akhirnya akan rugi. Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan perusahaan pada tahap ini agar dapat mempertahankan eksistensi perusahaan, yaitu:

  • Meningkatkan investasi perusahaan dalam bisnis tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan dominasi atau memperkuat posisi terhadap perusahaan pesaingnya.
  • Mempertahankan level investasi perusahaan sampai ketidak pastian tentang industri itu terselesikan.
  • Mengurangi level investasi perusahaan secara selektif, dengan melepas kelompok pelnggan yang tidak menguntungkan, sambil memperkuat investasi di tempat-tempat yang menguntungkan.
  • Menuai investasi perusahaan untuk memulihkan kas secepatnya.
  • Melepaskan bisnis itu secepatnya dengan menjual asetnya dengan cara yang paling menguntungkan. Hal ini sering dilakukan oleh perusahaan dengan menjual anak perusahaan yang tidak menguntungkan lagi agar perusahaan dapat fokus kepada bisnis intinya.
  1. F.    Evolusi Pasar

Karena siklus hidup berfokus pada apa yang sedang terjadi pada produk atau merek tertentu bukan ppada apa yang terjadi di pasar keseluruhann, maka siklus hidup menghasilkan gambaran yang berorientasi pasar. Perusahaan-perusahaan perlu menvisualisasikan jalur evoloosi pasar, karena jalur itu dipengaruhi oleh kebutuhan, pesaing, teknologi, saluran distribisi baru, dan perkembangan-perkembangan lain. Selama perjalanan, keberadaan produk atau merek, penetapan posisinya harus diubah agar tetap sejalan dengan perkembangan pasar.

Pada industri perbankan dahuu produk tabungan biasa, deposito, dan giro.namun seiring dengan kebutuhan zaman, nasabah mulai membutuhkan suatu produk ppenyimpanan dana yangg dapat berfungsi sebagai sarana perencannaan keuangan, tidak likuid namun bisa menyimpan dananya secara rutin dengan dana yang tidak besar. Hal ini melahirkan munculnya tabungan berencana dan tabungan pendidikan.

Pasar berovolusi melalui empat tahap, yaitu sebagai berikut:[14]

1.  Tahap kemunculan

Yang harus dillakukan oleh perusahaan adalah merancang produk yang optimum untuk pasar, dimana terdapat tiga pilihan yang dapat diambil oleh perusahaan, yaitu:

  • Produk baru yang dirancang untuk memenuhi salah satu relung pasar (strategi relung tunggall-singel niche strategi), misalkan perbankan mengeluarkan produk pembiayaan baru yang diperuntukkan bagi pegawai sipil (PNS) dan TNI/Polri, maka yang menjadi target pasar tersebut adalah khusus kepada segmen pegawai negeri sipil dan TNI/Polri.
  • Dua produk atau lebih diluncurkan bersamaan untuk menangkap dua bagian pasar atau lebih (strategi relung ganda-multiple niche strategy). Misalkan perbankan mengeluarkan produk pembiayaan untuk sektor korporat besar dan usaha kecil dan menengah (ukm).
  • Produk naru dapat dirancang untuk tengah-tengah pasar (strategi pasar massal-mass market strategy). Misalkan perbankan syariah yang mengeluarkan kkartu kredit syariah yang dapat berfungsi untuk melakukan berbagai macam transaksi, hal ini merupakan produk baru yang dapat dilepas untuk seluruh segmen masyarakat.
  1. Tahap pertumbuhan

Jika penjual produk baru itu memuaskan, maka perusahaan baru akan memasuki pasar dan mengarah ketahap pertuimbuhan pasar.

  1. Tahap kedewasaan

Akhirnya para pesaing melayani semua segmen pasar utama dan pasar memasuki tahap kedewasaan. Namun kenyataan mereka bergerak lebih jauh dan menyerbu tiap segmen pesaing lain. Sehingga menurunkan laba semua perusahaan dalam proses itu, pertumbuhan pasar melambat pasar terpecah menjadi segmen-segmen yang lebih halus dan muncul kondisi fragmentasi pasar yang tinggi. Fragmentasi pasar sering diikuti oleh konsolidasi pasar, akibatnya muncul atribut baru yang memiliki daya tarik pasar yang kuat.

  1. Tahap penurunan

Permintaan pasar akan produk mulai menurun, dan pasar akan memasuki tahap penurunan. Level kebutuhan masyarakat mmenurun atau teknlogi baru mulai menggantikan yang lama.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Produk yang dihasilkan oleh dunia usaha pada umumnya berbentuk dua macam yaitu yang berwujud dan tidak berwujud. Masing-masing produk untuk dapat dikatakan berwujud atau tidak berwujud memiliki karakteristik atau ciri-ciri tertentu. Produk yang berwujud berupa barang yang dapat dilihat, dipegang dan dirasa secara langsung sebelum dibeli, sedangkan produk tidak berwujud berupa jasa dimana tidak dapat dilihat atau dirasakan sebelum dibeli.

Produk adalah sesuatu yang memberikan manfaat baik dalam hal memenuhi kebutuhan sehari-hari atau sesuatu yang ingin dimiliki oleh konsumen. Sedangkan Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh salah satu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud (tangible) dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun, produksinya dapat dikaitkan atau  tidak dikaitkan dengan suatu produk fisik.

Dalam dunia perbankan startegi pengembangan produk yang dapat dilakukan adalah:

  • Penentuan Logo dan Motto
  • Menciptakan merek
  • Menciptakan kemasan
  • Keputusan label.

Strategi pengembangan produk baru penting mengingat tidak selamanya produk yang kita tawarkan laku dipasar. Oleh karena itu, pihak bank perlu mengembangkan produk baru. Selain itu, Produk yang ditawarkan dipasar haruslah memenuhi kebutuhan dan keinginan nasabahnya. Jadi, setiap produk selalu diarahkan guna memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut.


                [1] M. Nur Rianto al-Arif, Dasar-dasar Pemasaran Bank Syariah, (Bandung: Alfabeta, 2010), hal. 139.

[2] Philip Kotler and Gary Amstrong, Dasar-dasar Pemasaran, (Jakareta: Prenhallind, 1997), hal, 274.

                [3]  M. Nur Rianto al-Arif, of. Cit, hal. 140.

                [4] Philip Kotler and Gary Amstrong, Lof. Cit.

                [5] M. Nur Rianto al-Arif, of. Cit. hal. 141.

                [6] Kasmir, Manajemen Perbankan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo persada, 2000), hal. 187.

                [7] M. Nur Rianto al-Arif, of. Ci, hal. 142..

                [8] M. Nur Rianto al-Arif, of. Cit, hal. 143.

                [9] M. Nur Rianto al-Arif, of. Cit, hal. 144.

                [10] Kasmir, of. Cit, hal. 191.

                [11] Ibid, hal. 192-193.

                [12] M. Nur Rianto al-Arif, of. Cit, hal. 144.

                [13] Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran: Dasar, Konsep, dan Strategi, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004), Ed. 1, Cet. 7, hal. 288-290.

                [14] M. Nur Rianto al-Arif, of. Cit, hal. 152-154.

Perihal msatriamaipadly
I'm an ordinary people that try to share his idea to others. An ordinary student that hate the lesson. Um, I'm not talk too much.. I love my friends, my families. Um, i like read manga, watching anime. Um.. that's for now.. Anyway, thanks And happy reading.. >.

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: