Just a Letter

Assalamu alaikumwarahmatullahi wabarakatuh.

Wahai sahabatku sudah lama kita tidak berjumpa, sebenarnya aku ingin membicarakan ini langsung kepadamu. Tetapi dikarenakan kesibukanku mengurus pondok pesantren, yang kecil ini. Meskipun begitu entah mengapa orang menganggapnnya ponpes terbesar di Asia Tengara. Mungkin mereka mengukur dengan luasnya pondok ini, yaitu sekitar 12.345.000 km2 ini. Walaupun begitu, disisi allah bumi yang kita pijak ini sangatlah kecil ukuranya. Maha suci allah tuhan semesta alam.

Wahai sahbatku, setiap hari kita telah melihat hiruk pikuknya kesibukan manusia di dunia. Manusia sibuk mengurus pekerjaanya masing masing. Mereka menghabiskan waktu mereka untuk memenuhi keperluan dunianya. Sampai-sampai mereka lupa terhadap akhirat yang akan mereka tuju setelah kehidupan didunia.

Wahai sahabatku, janganlah engkau mengharapkan dunia yang semu ini dan melupakan sesuatu yang abadi, yaitu akhirat. Semoga kita tida tergolong orang-orang yang merugi, yaitu orang yang meninggalkan ibadah, sholat, berbuat baik kepada sesama. Karena sungguh banyak orang orang didunia ini yang telah merugi. Dimana mereka tidak mempergunakan waktu mereka untuk berbuat baik. Allah swt berfirman “Demi masa, sesungguh nya manusia itu benar-benar didalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh (Q.S.Al–Asr:1-2).

Wahai sahabatku, bukankah sudah sewajarnya sebagai sahabat aku mensehatimu. Supaya kamu terhindar dari pada termasuk menjadi golongan orang-orang yang merugi. Dan sebaliknya, apabila aku melakukan kesalahan hendaklah pula engkau menjadi orang yang menasehatiku. Karena saling mensehati dalam kebenaran serta saling menasehati untuk bersabar ialah ibadah. Sebagai mana sambungan dari ayat al-qur’an diatas,“dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Q.S. Al –Asr).

Sadarkah engkau bahwa tujuan kita diciptakan dan hidup di dunia ini ialah untuk beribadah, mengabdi serta taat kepada Allah. Allah lah tuhan yang menciptakan kita langit, bumi dan seluruh alam semesta. Janganlah engkau mensyarikatkan-Nya dengan apa jua pun. Lebih lebih lagi mensyirikan-Nya dengan dunia. Allah swt menjelaskan dalam Q.S.Az-zuriat:57 “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Beruntunglah kamu, wahai sahabat. Jika engkau mempergunakan hidupmu untuk beribadah kepada Allah. Bukan berarti beribadah dengan asal-asalan. Melainkan beribadahlah dengan khusyu. Pernah suatu ketika malaikat jibril mendatangi nabi Muhammad SAW dan bertanya ”apakah itu ihsan?” nabi pun menjawab” kamu menyembah allah seakan-akan kamu melihatnya. Dan jikalau kamu tidak melihat-Nya sesunguhnya allah melihatmu”.

Tidak henti-hentinya saudara-saudara kita seiman mensehati kita untuk beribadah kepada Allah. Bukankah kamu memperhatikan dan memahami apa yang sering bilal serukan dihari jum’at “wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada allah, akan sebenar-benarnya taqwa”.

Karena taqwa ialah kita beriman kepada Allah, beribadah dengan memenuhi rukun-rukun islam, serta berakhlak, berbuat ihsan terhadap sesama

Wahai sahabatku yang kusayangi, Allah menyuruh kita untuk beribadah. Bukan berarti Allah melarang kita bekerja untuk memnuhi keperluanmu, keluargamu istrimu, dan anak-anakmu. Karena itu merupakan ibadah pula dihadapan Allah, jika engkau niatkan untuk beribadah semata-mata karena Allah.

Karena itu allah juga menyuruh kita bekerja, untuk bekal kita menuju akhirat. Allah telah menjelaskanya dalam al-qur’an dalam surah Al-Jumu’ah ayat 10 “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

Maha suci allah yang megatur rezki makhluk-Nya.

Engkaulah tuhan yang Maha Adil yang berkuasa atas alam seisinya.

Maafkanlah kami jikalau selama ini telah meningalkan ibadah kepadamu dan menghabiskan waktu kami untuk urusan dunia.

Ya Allah bimbinglah kami supaya kami tetap berada di jalanmu yang benar.

Ya Allah Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (Al-Fatihah:6-7). Sesungguhnya engkaulah Yang Maha Memberi petunjuk (Al-Haadi).

Jadikanlah harta yang engkau titipkan sebagai jalan mencapai keridhaanmu, wahai tuhan yang Maha Pemurah. Dan janganlah engkau jadikan harta itu penghalang daripada beribadah kepadamu.

Peliharalah hati kami, supaya tetap teguh menjalani jalanmu yang lurus.

Wahai sahabatku, sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dialah yang mengatur segala yang ada dilangit dan dibumi.

Dialah Allah Yang Adil lagi Bijaksana.

Kudoakan semoga engkau di mudahkan Allah dalam mencapai semua cita-citamu.

Semoga Allah meluaskan rezekimu serta mengkaruniaimu dengan harta halalan thayyibah. Dan bisa kau manfaatkan dijalan-Nya.

Sebelum aku mengakhirisuratini, aku berpesan kepadamu. Rajin-rajinlah bersedekah, tunaikanlah zakat, peliharalah sholatlimawaktu, dan sholat-sholat sunnat. Berbuat baiklah kepada orang miskin, anak yatim piatu, dan mereka-mereka yang berhak menerima kebaikan.

Jika ada kata-kata yang salah, atau tidak berkenan dihati ananda mohon kiranya ananda memaafkannya. Karena bagaimanapun juga saya hanyalah hamba Allah yang penuh kelalaian dan kesalahan.

Mudah-mudahan Allah memanjangkan umur kita. Supaya kiranya kita bisa berjumpa dilain waktu.

Wassalam, dari sahabatmu

M. Satria Maipadly

Perihal satriatheknight
I'm an ordinary people that try to share his idea to others. An ordinary student that hate the lesson. Um, I'm not talk too much.. I love my friends, my families. Um, i like read manga, watching anime. Um.. that's for now.. Anyway, thanks And happy reading.. >.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: