PERDAGANGAN BEBAS ASEAN-CHINA

Jakarta – Perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) ASEAN – China mulai diberlakukan per 1 Januari 2010. Dengan diberlakukannya perjanjian perdagangan bebas ini maka mulai tahun 2010 perjanjian perdagangan bebas antara Negara-negara di ASEAN dengan China diberlakukan.

FTA ASEAN-China (Free Trade Agreement) merupakan kesepakatan yang diratifikasi oleh Negara-negara ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam)  dengan Negara Chinaterkait dengan perdagangan bebas.  FTA ini merupakan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan di antara Negara-negara pesertanya. FTA ASEAN-China 2010 mengatur 2.500 pos tarif produk yang akan diberlakukan pasar bebas.

FTA dibentuk dengan tujuan untuk mengurangi dan menghilangkan hambatan (barrier) dalam perdagangan internasional. Selain itu FTA juga bertujuan untuk memberikan kepastian ekonomi yang lebih besar, transparansi, dan mengurangi biaya yang terkait dengan perdagangan international. Juga untuk meningkatkan investasi di antara Negara negara peserta FTA.

Berlakunya kesepakatan perdagangan bebas ini juga akan berimplikasi pada penetrasi pasar dan kompetisi di antara Negara-negara peserta FTA. Aliran barang dan jasa (goods and services) dari luar negeri ke dalamIndonesiatidak dapat dihindarkan lagi.

Produk-produk dari luar negeri dapat masuk dengan mudah ke Indonesiakarena tidak adanya hambatan bea masuk. Produk-produk luar negeri dapat dengan mudah didapat di Indonesiadan bersaing langsung dengan produk sejenis di indoensia.
Di antara Negara-negara peserta FTA ASEAN-China makaChina merupakan negara yang menjadi momok dalam FTA. Betapa tidak.Produk-produkChina terkenal dengan harga yang sangat murah sekali. Tenaga kerja yang sangat murah diChina mampu menekan harga pokok produksi barang-barangChina.

Hampir semua barang made inChinaterkenal dengan harga yang sangat murah. Sebagai contoh, harga jerukChinadi pasar-pasar tradisional bisa didapat dengan hraga Rp 6,000 per kg. Sedangkan jeruk lokal harganya bisa mencapai Rp 12,000 per kg. Tentu ini adalah contoh kecil saja bahwa satu penetrasi produk dari negaraChinabisa mengakibatkan persaingan yang sangat kompetitif. Belum ditambah dengan penetrasi dari produk Negara peserta FTA yang lain.

Bisa dibayangkan implikasi FTA ini akan dapat mematikan produsen-produsen yang tidak kompetitif. Untuk mengukur kesiapan negara dalam menghadapi FTA maka diperlukan sebuah tool analysis.

Departemen perdagangan dan perindustrian menggunakan analisis RCA (Revealed Comparative Advantage) untuk mengukur tingkat kemampuan suatu produk dalam menghadapi perdagangan bebas. RCA merupakan ukuran peranan suatu komoditas tertentu dalam total perdagangan internasional sebuah Negara.

Semakin besar nilai RCA suatu produk maka semakin kompetitif produk tersebut untuk menghadapi FTA. Secara makro persoalan mengenai biaya, tenaga kerja, suku bunga, juga menjadi pertimbangan dalam menentukan kesiapan NegaraIndonesiauntuk menghadapi FTA.

Pemerintah tentu tidak bisa diam begitu saja dalam menghadapi FTA ASEAN – China 2010. Pemerintah melalui otoritas yang berwenang harus mampu membuat analisis yang tepat atas kesiapanIndonesiamenghadapi FTA. Analisis ini diperlukan agar jangan sampai FTA malah membunuh para produsen lokal.

Jika dipandang perlu pemerintah harus melakukan langkah-langkah untuk melindungi dan memproteksi agar produk-produkIndonesiaagar tidak kalah bersaing dengan produk Negara peserta FTA yang lain. Tanpa adanya perlindungan dari pemerintah maka akan sangat mungkin produsen-produsen di Indonesia, terutama sektor UKM (usaha kecil dan menengah) banyak yang gulung tikar.

ARGUMEN I

Ratifikasi ACFTA dilakukan pemerintah enam tahun lalu melalui Keputusan Presiden Nomor 48 Tahun 2004. Kita memang, tidak bisa mundur dari perjanjian ACFTA, tapi kita bisa me-renegoisasikan kembali kategori-kategori apa yang masuk ke dalam batasan sensitif sehingga bidang-bidang di mana kita masih sangat lemah bisa diundur pelaksanaannya sampai industri dalam negeri siap. Selain itu, tanpa strategi industri dan perdagangan yang telah dipersiapkan dengan matang baik oleh pemerintah maupun para pembisnis, suatu negara tidak akan mungkin membangun industri yang kompetitif dan produktif untuk dapat bersaing dengan produk dari Negara lain, khususnyaChina.

ARGUMEN II

Sebelum adanya perjanjian perdagangan bebas dengan Chinasaja, kita sudah mendapatkan hampir segala lini produk yang dipergunakan di rumah dan perkantoran bertuliskan Made in China. Bahkan tidak sedikit produk dari negara maju yang masuk ke Indonesia pun mengikutsertakan produk Cina sebagai perlengkapannya. Seorang ekonom yang juga pejabat menteri ekonomi di Kabinet Pemerintahan sekarang mengomentari bahwa dengan dimulainya perdagangan bebas Indonesia-Cina, serbuan produk Cina ke Indonesia akan “seperti air bah”.

Karena itu, pemberlakuan pasar bebas ASEAN-Cina sudah pasti menimbulkan dampak sangat negative, diantaranya :

  1. Serbuan produk asing terutama dari Cina dapat mengakibatkan kehancuran sektor-sektor ekonomi yang diserbu..
  2. Pasar dalam negeri yang diserbu produk asing dengan kualitas dan harga yang sangat bersaing akan mendorong pengusaha dalam negeri berpindah usaha dari produsen di berbagai sektor ekonomi menjadi importir atau pedagang saja, karena lebih menguntungkan.
  3. Karakter perekomian dalam negeri akan semakin tidak mandiri dan lemah. Segalanya bergantung pada asing.
  4. Jika di dalam negeri saja kalah bersaing, bagaimana mungkin produk-produkIndonesiamemiliki kemampuan hebat bersaing di pasar ASEAN dan Cina.
  5.  Peranan produksi terutama sektor industri manufaktur dalam pasar nasional akan terpangkas dan digantikan impor. Dampaknya, ketersediaan lapangan kerja semakin menurun.

Perihal satriatheknight
I'm an ordinary people that try to share his idea to others. An ordinary student that hate the lesson. Um, I'm not talk too much.. I love my friends, my families. Um, i like read manga, watching anime. Um.. that's for now.. Anyway, thanks And happy reading.. >.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: